NATIONAL Aeronautics and Space
Administration (NASA) menemukan 26 planet baru di luar sistem tata
surya. Ukuran planet-planet itu bervariasi. Ada yang sedikit lebih besar
dari Bumi. Ada pula yang lebih besar dari Yupiter, planet terbesar di
Bima Sakti.
NASA menemukan planet-planet itu dengan menggunakan teleskop kepler.
Namun, ilmuwan NASA, Doug Hudgins, tak yakin planet-planet itu mampu
mendukung kehidupan.
Orbit planet-planet itu, papar Hudgins, lebih dekat dengan orbit bumi
yang mengelilingi matahari. "Jadi planet-planet itu cukup panas," papar
Hudgins. Ia mengatakan planet-planet itu mengorbit pada bintang yang
berukuran lebih besar dari matahari.
Dalam dua tahun sejak Kepler mulai mengamati alam semesta, ilmuwan telah
menemukan 61 planet baru. Sekitar 2.300 kandidat planet perlu
dikukuhkan melalui pengamatan lebih lanjut.
Melalui teleskop kepler, ilmuwan mengukur variasi waktu transit yang
terjadi pada dua planet. Gravitasi membuat satu planet bergerak lebih
cepat ketimbang planet lain. Sehingga, perbedaan itu membantu astronom
mengukuhkan pengamatan.
"Variasi waktu transit itu menunjukkan bahwa ada interaksi gravitasi dan
bahwa mereka pasti planet karena mereka berinteraksi satu sama lain,"
kata Hudgins.
Menurut Hudgins, pemburu planet memerlukan teleskop agar bisa memisahkan
cahaya planet yang lebih redup dari bintangnya yang terang. Selain itu,
ilmuwan pun dapat mempelajari spektrum elektromagnetiknya.
Informasi dari spektrum cahaya akan menunjukkan gas apa yang terkandung
dalam atmosfer planet, bahkan mungkin beberapa karakteristik
permukaannya. "Itu sebabnya kami melakukan ini. Itulah hal yang menarik.
Kami mempelajari salah satu pertanyaan paling tua dan paling mendasar,
apakah kita sendirian di jagat raya ini?" paparnya lagi.(VOA
Indonesia/Wrt1)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar